Sabtu, 18 Juni 2011

Mt.Salak puncak I 2.211 Mdpl. Jalur Cidahu,17 s/d 18 juni 2011

Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai beberapa puncak, di antaranya Puncak Salak I dan Salak II. Letak astronomis puncak gunung ini ialah pada 6°43' LS dan 106°44' BT. Tinggi puncak Salak I 2.211 m dan Salak II 2.180 m dpl. Ada satu puncak lagi bernama Puncak Sumbul dengan ketinggian 1.926 m dpl.
Secara administratif, Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pengelolaan kawasan hutannya semula berada di bawah Perum Perhutani KPH Bogor, namun sejak 2003 menjadi wilayah perluasan Taman Nasional Gunung Halimun, kini bernama Taman Nasional Gunung Halimun-Salak.

Vulkanologi dan geologi

Gunung Salak merupakan gunung api strato tipe A. Semenjak tahun 1600-an tercatat terjadi beberapa kali letusan, di antaranya rangkaian letusan antara 1668-1699, 1780, 1902-1903, dan 1935. Letusan terakhir terjadi pada tahun 1938, berupa erupsi freatik yang terjadi di Kawah Cikuluwung Putri.
Menurut Hartman (1938) Gunung Salak I merupakan bagian gunung yang paling tua. Disusul oleh Gunung Salak II dan kemudian muncul Gunung Sumbul. Sedangkan Kawah Ratu diperkirakan merupakan produk akhir dari Gunung Salak. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup masih merupakan bagian dari Kawah Ratu.

Jalur pendakian

Gunung Salak dapat didaki dari beberapa jalur pendakian. Puncak yang paling sering didaki adalah puncak II dan I. Jalur yang paling ramai adalah melalui Curug Nangka, di sebelah utara gunung. Melalui jalur ini, orang akan sampai pada puncak Salak II.
Puncak Salak I biasanya didaki dari arah timur, yakni Cimelati dekat Cicurug. Salak I bisa juga dicapai dari Salak II, dan dengan banyak kesulitan, dari Sukamantri, Ciapus.
Jalur lain adalah ‘jalan belakang’ lewat Cidahu, Sukabumi, atau dari Kawah Ratu dekat Gunung Bunder.
Selain itu Gunung Salak lebih populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang kita temukan cadangan air kecuali di Pos I jalur pendakian Kawah Ratu, beruntung di puncak Gunung ( 2211 Mdpl ) ditemukan kubangan mata air.Gunung Salak meskipun tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki keunikan tersendiri baik karakteristik hutannya maupun medannya.

Tutupan hutan

Hutan-hutan di Gunung Salak terdiri dari hutan pegunungan bawah (submontane forest) dan hutan pegunungan atas (montane forest).
Bagian bawah kawasan hutan, semula merupakan hutan produksi yang ditanami Perum Perhutani. Beberapa jenis pohon yang ditanam di sini adalah tusam (Pinus merkusii) dan rasamala (Altingia excelsa). Kemudian, sebagaimana umumnya hutan pegunungan bawah di Jawa, terdapat pula jenis-jenis pohon puspa (Schima wallichii), saninten (Castanopsis sp.), pasang (Lithocarpus sp.) dan aneka jenis huru (suku Lauraceae).
Di hutan ini, pada beberapa lokasi, terutama di arah Cidahu, Sukabumi, ditemukan pula jenis tumbuhan langka yang bernama Rafflesia rochussenii yang menyebar terbatas sampai Gunung Gede dan Gunung Pangrango di dekatnya.
Pada daerah-daerah perbatasan dengan hutan, atau di dekat-dekat sungai, orang menanam jenis-jenis kaliandra merah (Calliandra calothyrsus), dadap cangkring (Erythrina variegata), kayu afrika (Maesopsis eminii), jeunjing (Paraserianthes falcataria) dan berbagai macam bambu.

Margasatwa

Aneka margasatwa ditemukan di lereng Gunung Salak, mulai dari kodok dan katak, reptil, burung hingga mamalia.
Hasil penelitian D.M. Nasir (2003) dari Jurusan KSH Fakultas Kehutanan IPB, mendapatkan 11 jenis kodok dan katak di lingkungan S. Ciapus Leutik, Desa Tamansari, Kab. Bogor. Jenis-jenis itu ialah Bufo asper, B. melanostictus, Leptobrachium hasseltii, Fejervarya limnocharis, Huia masonii, Limnonectes kuhlii, L. macrodon, L. microdiscus, Rana chalconota, R. erythraea dan R. hosii. Hasil ini belum mencakup jenis-jenis katak pohon, dan jenis-jenis katak pegunungan lainnya yang masih mungkin dijumpai. Di Cidahu juga tercatat adanya jenis bangkong bertanduk (Megophrys montana) dan katak terbang (Rhacophorus reinwardtii).
Berbagai jenis reptil, terutama kadal dan ular, terdapat di gunung ini. Beberapa contohnya adalah bunglon Bronchocela jubata dan B. cristatella, kadal kebun Mabuya multifasciata dan biawak sungai Varanus salvator. Jenis-jenis ular di Gunung Salak belum banyak diketahui, namun beberapa di antaranya tercatat mulai dari ular tangkai (Calamaria sp.) yang kecil pemalu, ular siput (Pareas carinatus) hingga ular sanca kembang (Python reticulatus) sepanjang beberapa meter.
Gunung Salak telah dikenal lama sebelumnya sebagai daerah yang kaya burung, sebagaimana dicatat oleh Vorderman (1885). Hoogerwerf (1948) mendapatkan tidak kurang dari 232 jenis burung di gunung ini (total Jawa: 494 jenis, 368 jenis penetap). Beberapa jenis yang cukup penting dari gunung ini ialah elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan beberapa jenis elang lain, ayam-hutan merah (Gallus gallus), Cuculus micropterus, Phaenicophaeus javanicus dan P. curvirostris, Sasia abnormis, Dicrurus remifer, Cissa thalassina, Crypsirina temia, burung kuda Garrulax rufifrons, Hypothymis azurea, Aethopyga eximia dan A. mystacalis, serta Lophozosterops javanica.
Sebagaimana halnya reptil dan kodok, catatan mengenai mamalia Gunung Salak pun tidak terlalu banyak. Akan tetapi di gunung ini jelas ditemukan beberapa jenis penting seperti macan tutul (Panthera pardus), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata) dan trenggiling (Manis javanica).

Rabu, 01 Juni 2011

Percaya Diri Saat Jalan-jalan Sendiri

Saya sering merasa heran ketika ditanya “Kok berani sih jalan-jalan sendiri?” sebab saya tidak merasa ada yang perlu ditakutkan. Usut punya usut, ternyata “takut” yang dimaksud di sini bukan semata masalah keamanan, tapi juga takut sendirian di tempat asing dan “mati gaya”.

Lagi-lagi, ini mungkin karena rasa kebersamaan orang Indonesia sangat tinggi. Tetapi kita kan nggak bisa selalu menggantungkan diri kepada teman untuk jalan-jalan. Kalau sudah suntuk dan pengin banget jalan-jalan, tapi tidak ada teman, bagaimana dong?
Berikut ini beberapa saran supaya percaya diri jalan-jalan tanpa teman:

Cukup bekal


Bekal yang dimaksud bukan cuma soal logistik seperti uang, pakaian dan perlengkapan lainnya, tapi bekal informasi tentang tujuan wisata. Jumlah informasi yang Anda punya akan membuat tingkat kepercayaan diri makin tinggi. Mengapa begitu?

Karena seiring banyaknya informasi yang kita ketahui tentang suatu tempat, maka makin familiar kita dengan tempat tersebut sehingga seolah-olah kita merasa tidak asing lagi begitu sampai di tujuan.

Contohnya Anda ke Semarang dengan naik kereta api. Berkat informasi yang sudah Anda kumpulkan sebelumnya, Anda tahu stasiun berada di Kota Lama Semarang. Bahkan mungkin begitu sampai Anda sudah langsung tahu transportasi apa yang akan membawa Anda ke penginapan atau bisa mengenali bangunan tua bersejarah seperti Gereja Blenduk.

Perasaan takut sendirian di tempat asing jadi hilang karena Anda berada di tempat yang sesuai dengan bayangan Anda dan merasa familiar.

Sok tahu


Bahasa tubuh mudah dibaca. Kalau Anda terlihat ragu-ragu dan bingung ketika keluar dari stasiun, bandara, atau terminal bus, kemungkinan besar dalam sekejap Anda akan dikerubungi calo taksi, becak, bus, atau kendaraan umum lainnya. Ditambah lagi orang yang menawarkan hotel dan agen perjalanan ikut membuntuti.

Maka, pasanglah tampang dan sikap sok tahu. Tentunya dengan bekal informasi yang cukup, Anda memang benar-benar tahu mau ke mana. Kalau masih bingung, datangi petugas resmi atau polisi dan tanyakan informasi yang Anda butuhkan. Kondisi ini juga berlaku saat Anda tersasar.

Ketika Anda membuka peta di tengah keramaian dengan bahasa tubuh yang menunjukkan stres, mungkin Anda akan didatangi orang yang berlagak menawarkan bantuan atau malah pencopet.

Asyik sendiri


Kebanyakan orang merasa “mati gaya” saat sendirian karena nggak tahu harus berbuat apa dan tidak ada teman mengobrol. Biasanya, momen “mati gaya” paling banyak adalah saat menunggu dan di perjalanan.

Ada 1001 macam kegiatan yang bisa Anda coba, antara lain: membaca, menulis, merajut, menyulam, mendengarkan musik, sms-an, ngemil dan sebagainya. Ada yang bingung ke pantai sendirian mau apa? Ya berenang lah! Atau kalau Anda tidak suka berenang ya leyeh-leyeh di pantai sambil melakukan 1001 macam kegiatan itu.

Sok akrab


Kalau sikap sok tahu diperlukan untuk menghindarkan Anda dari calo dan pengganggu, sikap sok akrab akan mendatangkan teman. Bagi Anda yang benar-benar tidak tahan sendiri, cobalah mencari teman dalam perjalanan. Bisa sesama pelancong atau orang lokal.

Hanya saja, untuk yang satu ini Anda harus waspada dan dan hati-hati. Jangan asal berkenalan dan memberi banyak informasi kepada sembarang orang. Pilihlah orang yang tepat menurut kata hati Anda. Kalau dia mengajak Anda ke tempat yang Anda rasa berbahaya, segeralah menjauh.

Persiapan bela diri


Last but not least adalah soal bela diri. Bukannya mengharapkan sesuatu yang buruk terjadi, tapi kita toh harus punya persiapan. Paling ideal tentunya menguasai ilmu bela diri. Jika tidak, lengkapi diri dengan alat standar seperti pisau lipat. Selain untuk jaga-jaga, pisau lipat juga diperlukan untuk membuka ini-itu. Tapi ingat, jangan taruh pisau ini di dalam tas kabin pesawat karena akan disita petugas.

Bagaimana Minta Izin Orang Tua untuk Jalan-jalan?

Saya beruntung memiliki keluarga yang gemar berjalan-jalan dan karenanya mendukung hobi saya ini — apa pun jenisnya. Jadi waktu saya masih bersekolah dulu, saya tidak pernah mengalami kesulitan dalam meminta izin orang tua untuk jalan-jalan.

 Sayangnya tidak semua orang seberuntung saya. Beberapa teman bahkan harus memutar otak jauh-jauh hari guna merancang strategi untuk meminta izin orang tua mereka. Kejadian ini tak hanya terjadi sewaktu mereka berumur belasan tahun, melainkan terus hingga mereka sudah lulus dan bekerja.
Kalau Anda merasa sulit mendapatkan izin dari orang tua untuk jalan-jalan, mungkin beberapa tips di bawah ini bisa membantu:

1. Kelakuan positif

 


“Anak baik-baik” tentu lebih mudah dikabulkan permintaannya. Maka tunjukkan tingkah laku yang baik dan jauhkan diri dari masalah. Sering bolos sekolah dan nilai buruk pastinya tidak akan memuluskan proses perizinan dari orang tua. Kalau sehari-hari saja di rumah Anda banyak ulah dan menimbulkan masalah, apalagi jauh dari rumah?

2. Rencana matang


Saat meminta izin dari orang tua, Anda harus punya rencana yang matang: ke mana tujuannya, bagaimana mencapai tujuan itu, pergi dengan siapa, menginap di mana, berapa lama, dan nomor kontak yang bisa dihubungi jika Anda tak bisa dihubungi (misalnya saat telepon selular kehilangan sinyal).

Kalau Anda tidak menjelaskan hendak pergi ke mana, dengan siapa, dan berapa lama, jangan harap orang tua akan memberi izin karena mereka akan tambah khawatir.

3. Persiapan matang


Bekali diri Anda dengan pengetahuan yang komprehensif sehingga jika orang tua bertanya tentang berbagai hal tentang rencana perjalanan tersebut, Anda bisa menjawab dengan lancar dan meyakinkan. Meminta izin orang tua tak ubahnya seperti menghadapi ujian. Anda harus siap dengan jawaban yang tepat, apa pun pertanyaannya.

4. Mandiri


Sebisa mungkin, jangan mengandalkan kucuran dana dari orang tua. Kalau mendapatkan izin saja sulit, apalagi izin plus dana. Menabunglah dari uang saku, sehingga pada saat meminta izin, Anda bisa menunjukkan bahwa Anda tidak akan merepotkan orang tua. Tunjukkan bahwa semua hal sudah Anda persiapkan dengan baik.

5. Bertanggung jawab


Meminta izin sama dengan mengajukan proposal. Anda harus bisa meyakinkan orang tua bahwa selain tahu mau ke mana dan bagaimana,  Anda juga bertanggung jawab penuh atas perjalanan tersebut. Maksudnya, Anda akan menaati peraturan, tata krama dan adat yang berlaku di tempat tujuan. Anda harus berjanji akan menjaga tingkah laku dan tidak akan berbuat sesuatu yang melanggar hukum.

6. Menggalang dukungan


Jika Anda merasa akan sangat sulit mendapatkan izin orang tua, carilah bantuan. Umumnya orang tua akan lebih mudah menerima pendapat orang dewasa atau yang umurnya lebih tua dari kita. Maka mintalah dukungan keluarga dekat yang “didengar” — contohnya kakek, nenek, paman, bibi atau kakak. Minta bantuan mereka untuk meyakinkan orang tua, dan jangan lupa bawakan oleh-oleh sebagai tanda terima kasih.

7. Memperkenalkan teman seperjalanan


Perkenalkanlah teman yang akan jalan-jalan dengan Anda kepada orang tua. Ingatkan teman Anda untuk berlaku santun dan ikut meyakinkan orang tua Anda. Namun Anda harus pandai membaca situasi dan kondisi. Bila orang tua Anda sangat anti rokok, jangan sampai teman Anda kelihatan mengantongi rokok atau merokok di depannya.

8. Manfaat Jalan-jalan


Bagi orang yang tidak menyukainya, berjalan-jalan adalah kegiatan tidak berguna yang hanya membuang-buang uang, waktu dan tenaga.  Maka, tugas Andalah untuk menyampaikan dan meyakinkan orang tua apa manfaat jalan-jalan. Tegaskan bahwa semua yang Anda keluarkan untuk sebuah perjalanan sepadan dengan hasil yang didapatkan.

Rabu, 18 Mei 2011

PENDAKIAN GEDE PANGRANGO 2010 With my Friends

Gunung Gede dan Gunung Pangrango terletak di Jawa Barat. Puncak-puncaknya terlihat dari Cibodas. G. Pangrango berbentuk segitiga runcing sedangkan G. Gede berbentuk kubah. Ada 3 jalur utama pendakian menuju G. Gede dan G. Pangrango; jalur Cibodas, jalur putri dan Jalur Salabintana.



Jalur Cibodas
Dari arah Jawa/Bandung naik Bis jurusan Jakarta atau Bogor yg lewat puncak
Turun di pertigaan Cibodas, lalu naik angkot ke Cibodas.


Pos Penjagaan – Telaga Biru = 20 menit
Telaga Biru – Pos Panyancangan = 30 menit
Pos Panyancangan – Air Panas / Pemandangan = 2 jam


Air Panas – Kandang Batu = 20 menit
Kandang Batu – Kandang Badak = 1 – 1,5 jam


Dari kandang badak ada 2 puncak yg bisa dituju
a. Kandang Badak – Puncak Gede = 1,5 – 2 jam
b. Kandang Badak – Puncak Pangrango = 2 – 3 jam


Puncak Gede – Alun-alun Suryakencana = 30 menit

Alun-alun – Pos Penjagaan Putri = 3 – 4 jam (Turun lewat Jalur Putri)

NB = Air sepanjang Jalur Cibodas sangat berlimpah. Terakhir dpt ditemui di Kandang Badak.


perjalanan Gunung GEDE via Gn.putri

Panorama wisata alam pengunungan Indonesia sangatlah mempesona, dimulai dari keindahan hutan-hutan tropis yang masih alami, serta kicauan burung dan sejuknya udara pegunungan, pesona hamparan bunga edelweis yang hanya tumbuh di pegunungan sangatlah memukau mata, menjadikan semua itu sebagai pengalaman yang takan terlupakan begitu saja.
Kami berbagi cerita saat mendaki bersama (reza aing,dari Univ.baturaja,dan Qnoy dari himpala)


GUNUNG GEDE PANGRANGO :
Gunung Gede berada ruang lingkup Taman Nasional Gede Pangrango. Terletak diantara tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi, Suhu rata-rata di puncak gunung Gede 18°c dan dimalam hari
suhu puncak berkisar 5°c. Gerbang utama untuk masuk ke gunung ini adalah dari Cibodas dan Cipanas. Ada gerbang-gerbang lain yang berada di daerah Sukabumi, akan tetapi pada umumnya pendaki lebih memilih lewat Cibodas atau gunung putri Cipanas.
Gunung ini sangat populer bagi para pendaki di Jawa Barat.
Hampir seluruh hutan di gunung gede didominasi oleh hutan type sub-alpine, dan pada ketinggian 2.750m dpl. bisa ditemukan Javanese eidelweiss. Gunung ini sangat menarik, sehingga kebanyakan pendaki didaerah sekitarnya (JABOTABEK dan Bandung) hampir boleh dikatakan sudah sangat sering ke Gunung Gede.Jika dibandingkan dengan saudaranya Gunung Pangrango, gunung Gede lebih sering dan lebih banyak pengunjungnya.


Orang suka naik lewat Gunung Putri karena lebih cepat sampai. Kalau berjalan normal, dalam 5-6 jam kita udah bisa sampai di sisi timur alun-alun Suryakencana Gunung Gede.
Syarat pertama tentu kita musti ngelengkapin dulu segala persyaratan administrasi (lihat info naik gede lewat cibodas). Abis itu, sasaran kita adalah Pasar Cipanas yang bisa ditempuh dengan mudah dari Jakarta dan kawasan lain.
Setiba di pasar, berjalan sedikit ke terminal Cipanas. Di sini naiklah angkot warna kuning yang menuju Gunung Putri. Kalau udah malem, angkot diganti sama ojek atau musti nyarter.
Kira-kira setengah jam, sampailah kita di desa Gunung Putri. Ada beberapa warung untuk nambah perbekalan. Saran : beli 2-3 bungkus nasi/orang, untuk bekal makan siang/malam, sehingga kita ga perlu masak di jalan.
Perjalanan dimulai menyusuri jalan kecil yang membelah kampung. Cukup terjal dan sekitar 10 menit sampailah kita di pos penjagaan volunteer. Lapor di sini, kalo ada yg mau dititipin (pisau dsb) bisa juga dikasih ke petugas. Tentu saja dengan catatan kita akan turun lewat Putri juga.

Dari pos ini, susuri jalur tanah di sisi kebun kol dan 30 menit kemudian akan melintasi sebuah sungai kecil. Dari sini jalanan langsung menanjak. Setelah itu sampai di pos informasi lama yg kini udah bobrok.
Dari sini udah ga ada air lagi, jadi bersiap2lah. Sekitar 20 menit kemudian akan sampai di Pos 1 yg berbentuk bangunan kecil. Setelah itu melewati pos 2 (saung), pos 3 (tanah datar), pos 4, pos 5 dan akhirnya pos 6 yang ada di sisi timur alun2. Dari sini, perlu 30 menit untuk menyebrangi kawasan menuju sisi barat yang memiliki mata air kecil.

kalau mau melanjutkan ke puncak Gede, dari alun2 barat ambil jalur ke kanan dan nanti akan ketemu jalur berbatu2. Perlu waktu kira-kira 1 jam untuk sampai ke puncak Gede.





Tips mencegah hipothermia

Mendaki gunung memerlukan kesiapan mental, fisik, perlengkapan, perbekalan dan pengetahuan yang baik. Banyak musibah pendakian gunung terjadi karena minimnya hal – hal tersebut. Ataupun kurangnya pengetahuan survival sehingga jatuh dalam kondisi hypothermia akut.
Yang terpenting dalam kegiatan naik gunung atau kegiatan di luar (outdoor activity) adalah persiapan dan pengetahuan. Salah satunya mengetahui faktor apa penyebab hypothermia, gimana mencegah hal itu terjadi, apa aja yang perlu dilakukan dan juga tindakan apa yang perlu dilakukan kalau mulai merasakan kedinginan.

Berikut adalah tips mencegah hypothermia di gunung :

1. Usahakan kalau naik gunung jangan memakai kaos dari katun. Bahan katun jika basah keringat sulit keringnya. Ini biasanya menyebabkan menggigil kedinginan walaupun sudah memakai jaket tebal. Sebaiknya memakai bahan sintetis (polyester/spandex/nylon) yang menyerap keringat dan berlengan panjang. Memang sih bisa ganti kaos, tapi di gunung yang sering ujan mengeringkan kaos jadi pekerjaan tersendiri. Ngeringin make api unggun, wah, jangan deh. Kasihan hutan kita. Cobalah mengurangi konsumsi kayu kecuali itu sangat darurat. Membawa satu baju tapi tetap kering, akan sangat berbeda hasilnya dengan membawa 3 baju tapi basah semua.



2. Bawa bekal yang cukup untuk naik gunung. Bekal praktis seperti coklat batangan, muesli bar, atau energy booster (seperti gel dengan glukosa, biasanya dipakai para pesepeda) sangat berguna sebagai cadangan makanan yang ringan dibawa dan menghasilkan energi lumayan. Juga biasakan mengamati sekitar, jika melewati air sungai atau daun2an yang kita kenali bisa dimakan kalau kepepet.


Dari kiri ke kanan : selimut darurat , makanan energi
Bawah : pisau, kompas, headlamp, biasanya disimpan di ransel bagian atas (gambar
koleksi pribadi)

3. Menjaga tubuh tetap kering dan hangat. Salah satunya selalu membawa ponco, bagaimanapun kondisinya. Kalau punya baju dan jaket tahan air (gore-tex based) juga bisa (tapi ini mahal di ongkos). Jangan lupa kaos tangan dan kaos kaki. Khusus kaos kaki bawa ekstra jika perlu.

4. Kalau jalan sendiri siapkan piranti darurat komunikasi, kalau dengan teman harus saling menjaga. HP kadang kurang efektif karena tidak ada sinyal. Bawa alat darurat sinyal seperti peluit atau cermin. Biasakan saling memperhatikan pendaki lain ketika naik atau turun.

5. Jangan paksakan jalan terus kalau kelelahan dan kecapaian. Berhenti, pasang tenda dan buat makanan atau minuman yang cepat dihidangkan, seperti teh manis atau sup instant. Paksakan walaupun kurang suka, karena makanan adalah sumber energi untuk tetap jalan. Selain itu, makanan juga membuat tubuh jadi hangat karena memulai metabolisme tubuh.

6. Bawa selimut darurat (emergency blanket or space blanket). Ini mungkin sudah ada di Indonesia. Bentuknya seperti lapisan aluminium foil yang tipis dan dipakai untuk menyelimuti tubuh. Fungsinya : membuat tubuh tetap hangat, merefleksikan sinar matahari dan tidak kehujanan.. Space blanket ini hanya bersifat memantulkan panas tubuh. Untuk mendapatkan hasil maksimal bisa dibawa Bivy Sack yang terbukti lebih baik hasilnya. Bentuknya seperti selimut plastik, dengan berat sekitar 200gr. ditanggung lebih tahan lama dari space blanket.



7. Penghangat tubuh sementara (body warmer). Ini semacam plester tubuh
kalau kedinginan. Biasa dipakai untuk yang melakukan olahraga ektrem di salju (ski, ice climbing, mountaineering) . Kelemahannya : hanya bisa dipakai sekali saja dengan durasi 12 jam. Karena bentuknya tipis dan ringan, biasanya diselipkan di jaket kalau kondisi cuaca dan badan memburuk.

Sekali lagi saya ingatkan dengan alat yang memadai tapi tidak tahu bagaimana menggunakan, hasilnya juga tidak optimal. Jadi baca dan simak bagaimana melakukan teknik dasar survival di gunung. Bisa baca, nanya atau dari pengalaman yang terus diasah.

Mount.Semeru 3.676 Mdpl

PUNCAK ABADI PARA DEWA
 
 Gunung Mahameru merupakan sebuah gunung yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung Mahameru mempunyai ketinggian setinggi 3,676 meter.
Gunung Mahameru merupakan gunung yang tertinggi di pulau Jawa dan gunung berapi yang kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.676m dari permukaan laut dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif.
Gunung Mahameru mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.


 Gunung Mahameru juga dikenal dengan nama Gunung Semeru. Namun sebenarnya masih ada gunung lain yang bernama Gunung Semeru, yang berada di timur pulau jawa didekat gunung Argopuro. Mahameru merupakan gunung yang tertinggi di Pulau Jawa dan gunung berapi yang kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3676m dpl dan merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif. Setiap lebih kurang 20 menit sekali kawahnya mengeluarkan abu vulkanik berwarna hitam dan pasir.
Posisi gunung ini terletak diantara wilayah administrasi Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06′ LS dan 120°55′ BT.

Dilihat dari kejauhan Mahameru menunjukan bentuk kerucut yang sempurna, tetapi saat berada dipuncak gunung tersebut berbentuk kubah yang luas dengan medan beralun disetiap tebingnya. Kawah Jongring Saloka, demikian nama kawahnya ini pada tahun 1913 dan tahun 1946 diisi suatu kubah kawah. Disebelah selatan, kubah ini mendobrak tepi kawah menyebabkan aliran lava kebagian selatan daerah Pasirian, Candiputro dan Lumajang.

 Gunung Mahameru adalah bagian termuda dari pegunungan Jambangan tetapi telah berkembang menjadi strato-vulkano luas yang terpisah. Aktivitas material vulkanik yang dikeluarkan meliputi: - Letusan abu, lava blok tua dan bom lava muda - Material lahar vulkanik bercampur dengan air hujan atau air sungai. - Letusan bagian kerucut yang menyebabkan longsoran. - Pertunbuhan lamban/beransur dari butiran lava dan beberapa kali guguran lahar panas.
Seperti pada umumnya ditempat tinggi lainnya, daerah sepanjang rute perjalanan dari mulai Ranupane (2.200m dpl) sampai puncak Mahameru mempunyai suhu relatif dingin. Suhu rata-rata berkisar antara 3°c - 8°c pada malam dan dini hari, sedangkan pada siang hari berkisar antara 15°c - 21°c. Kadang-kadang pada beberapa daerah terjadi hujan salju kecil yang terjadi pada saat perubahan musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya. Suhu yang dingin disepanjang rute perjalanan ini bukan semata-mata disebabkan oleh udara diam tetapi didukung oleh kencangnya angin yang berhembus ke daerah ini menyebabkan udara semakin dingin.
 Orang pertama yang mendaki gunung ini adalah CLIGNET (1838) seorang ahli geologi berkebangsaan Belanda dari sebelah barat daya lewat Widodaren, selanjutnya Junhuhn (1945) seorang ahli botani berkebangsaan Belanda dari utara lewat gunung Ayet-ayek, gunung Inder-inder dan gunung Kepolo. Tahun 1911 Van Gogh dan Heim lewat lereng utara dan setelah 1945 umumnya pendakian dilakukan lewat lereng utara melalui Ranupane dan Ranu Kumbolo seperti sekarang ini.